L I L I N M E I
May 28th, 2007 by indah-fib-ui: Olin Monteiro
Pagi sembab, Mei sedu sedan. O, kau disana menghayati tiap derai dengan 36 lilin beku terhampar. O, kau disana menantang hari yang semakin gamang. Dan kau masih disana dengan pena biru melukis Mei muram.
Lalu ku coba susun 36 lilin diatas gurat wajah jalan. Ada garis tegas menjalar, menjadi anak jalan putus-putus, bercabang. Disana terganjal sederet nama dan peristiwa : sebagian membatu, sebagian dikikis angin waktu, sebagian kau rangkai diatas pot warna-warni, manis sekali.
36 lilin ku bakar sedapatnya – angin pancaroba membuat segalanya serba susah - hingga persahabatan hangat terasa.
Aku berkata :
”Malam pasti datang, tapi ini hari masih pagi. Lukisan muram belum kau selesaikan, Mei sungguhlah pucat, menahan perih luka-luka”
Kau berhenti sejenak, menaruh pena, lalu mengambil sejumput kapas
sambil berujar lugas :
”Mei harus sembuh total !”
Menteng, 28 Mei 2007
-indah-
Dua Siluet Megapolitan
May 21st, 2007 by indah-fib-uiDua Siluet bercengkrama akan telanjangi malam. Malam-malam bimbang berselimut kamuflase gemerlap megapolitan. Sinar masih berupa lampu taman, genit, menggerahkan. Jangan kau bayangkan bulan-bintang ikut berserak, manusia megapolis terbiasa ketiadaannya sebab kamuflase menggelegar sangat menyibukkan.
Dua Siluet telanjang dibawah fatamorgana megapolitan. Hentak detak dentum eforia musik malam, memecah pasang sunyi yang datang bertubi-tubi menghinggapi sela hati warga kota mati. Malam panjang, pejalang malam, berpesta, bangun dinding mimpi yang tak sempat tercicipi setelah hari-hari sesak berpeluh isak oleh kebuntuan tanya keadilan.
(Kubiarkan lagumu menjadi soundtrack malam ini hingga beberapa malam berikutnya)
Dua siluet melaju kelam, tanya-mencari ujung dunia. Segala sepi, sayu -setengah jiwaku tertinggal di sudut kota tua, sementara lainnya kau ambang dibawa angin pancaroba- tersamar. Tubuh tanpa jiwa bertutur payah :
”Selingkuh itu indah, sayang ?”
Depok, 19-21 May 2007
-indah-
Saat Menantimu Di Bandara
May 16th, 2007 by indah-fib-uiCuma Sepi
May 16th, 2007 by indah-fib-uiMembunuh Sepi
May 16th, 2007 by indah-fib-uiKupu-kupu Revolusi
May 16th, 2007 by indah-fib-uikupu-kupu elok
berputar telanjangi malam
dunia tersentak,
merdeka di ujung tandu !
Menteng, 15 mei 2007
(terinspirasi dari :In The Time of The Butterflies)
-indah-
http://indah_fib_ui.blogs.friendster.com/my_blog/
Jakarta La Nuit
May 9th, 2007 by indah-fib-ui
:fa
malam hingar,
bertabur roda pejalang
bulan serupa lampu jalanan
Artemis enggan berputar
bintang mogok bersinar
Apa yang terjadi ?
Siapa yang peduli !
malam tetaplah bimbang
riuh, lepas
suara-suara sumbang
pengamen
kecil
di simpang jalan ….
(ingin lekas pulang dan belajar terbang)
Menteng, 9 May 2007
-indah-
Metafora Jati Diri
May 4th, 2007 by indah-fib-uiP U L A N G
May 1st, 2007 by indah-fib-ui/1/ Putus Asa
Terhempas di bibir waktu
Sekelebat kabut ungu menari di mata perisai legam
Yang baru saja hangus terbakar
Jalannya buta !
Lalu tanya berhenti bermakna
Dan galau ingin runtuh
Bunga rampai menolak bercerita
Tentang luka-luka di lembar nasibnya
Kabut ungu berarak perlahan
Menutup pandang bawah sadar
Dia mati rasa !
Siluet sajak tiba di kelopak jiwa
Ia lirih menyapa, hingga terdengar seperti desau anggin berbisik mesra
”Cukup, peluhmu menyayatku.”
”Mari kerumahku”
”Bangun galaumu di selatan rumahku.”
———-“Aku tak bisa !”
“Galauku teramat rapuh”
”Berhentilah mengeluh …”
” Sajak akan menghantarmu”
”Disana, berteriaklah lalu menangis sepuasnya”
”Seperti pandora [1] yang membuka kotak hidup dunia ……”
Dia melangkah tertatih
Lalu hilang
Di balik kabut ungu
H e n i n g………………..
/2/ Di Ambang Pintu
(Sajak mengalun, menuntun kakinya, pada sebuah rumah ungu.
Ia mengetuknya pelan
”siapa ?”
-”aku”
”galaumu runtuh ?”
-”hingga tak bisa hidup”
”masuklah ke rumah”
-”dimana ?”
”di luar pintu”
-” bukankah ini rumah ?”
“rumah hanya sekedar peristiwa [2], tersekat dogma dan paradigma”
” ayo, masuklah”
-”kemana ?”
”labirin jiwa”
/3/ Labirin jiwa
(sedang di selesaikan)