PENGUMUMAN

July 20th, 2007 by indah-fib-ui

Blog indah pindah jadi ke :

www.indah-survyana.blogspot.com

kunjungi yaaaaaaaa :)

L I L I N M E I

May 28th, 2007 by indah-fib-ui

: Olin Monteiro

Pagi sembab, Mei sedu sedan. O, kau disana menghayati tiap derai dengan 36 lilin beku terhampar. O, kau disana menantang hari yang semakin gamang. Dan kau masih disana dengan pena biru melukis Mei muram.

Lalu ku coba susun 36 lilin diatas gurat wajah jalan. Ada garis tegas menjalar, menjadi anak jalan putus-putus, bercabang. Disana terganjal sederet nama dan peristiwa : sebagian membatu, sebagian dikikis angin waktu, sebagian kau rangkai diatas pot warna-warni, manis sekali.

36 lilin ku bakar sedapatnya – angin pancaroba membuat segalanya serba susah - hingga persahabatan hangat terasa.

Aku berkata :

”Malam pasti datang, tapi ini hari masih pagi. Lukisan muram belum kau selesaikan, Mei sungguhlah pucat, menahan perih luka-luka”

Kau berhenti sejenak, menaruh pena, lalu mengambil sejumput kapas

sambil berujar lugas :

”Mei harus sembuh total !”

Menteng, 28 Mei 2007

-indah-

Dua Siluet Megapolitan

May 21st, 2007 by indah-fib-ui

Dua Siluet bercengkrama akan telanjangi malam. Malam-malam bimbang berselimut kamuflase gemerlap megapolitan. Sinar masih berupa lampu taman, genit, menggerahkan. Jangan kau bayangkan bulan-bintang ikut berserak, manusia megapolis terbiasa ketiadaannya sebab kamuflase menggelegar sangat menyibukkan.

Dua Siluet telanjang dibawah fatamorgana megapolitan. Hentak detak dentum eforia musik malam, memecah pasang sunyi yang datang bertubi-tubi menghinggapi sela hati warga kota mati. Malam panjang, pejalang malam, berpesta, bangun dinding mimpi yang tak sempat tercicipi setelah hari-hari sesak berpeluh isak oleh kebuntuan tanya keadilan.

(Kubiarkan lagumu menjadi soundtrack malam ini hingga beberapa malam berikutnya)

Dua siluet melaju kelam, tanya-mencari ujung dunia. Segala sepi, sayu -setengah jiwaku tertinggal di sudut kota tua, sementara lainnya kau ambang dibawa angin pancaroba- tersamar. Tubuh tanpa jiwa bertutur payah :
”Selingkuh itu indah, sayang ?”

Depok, 19-21 May 2007
-indah-

Saat Menantimu Di Bandara

May 16th, 2007 by indah-fib-ui
:mbak mega vristanty (aktivis buruh migran hongkong)
senja muram turun mengerjap
beranda
bandara
sesak perkara
langkah
bisu
terawang hampa
ada yang kembali
: peluh diisak sunyi
Menteng, 16 May 2007
-indah-

Cuma Sepi

May 16th, 2007 by indah-fib-ui
mimpi tak berpenghuni
abu-abu di bibir waktu
saat sela mengucap merdeka
hanya sepi di samping pujangga
menteng, 10 may 2007
(terinspirasi dari Puisi Dino F Umahuk)
-indah-

Membunuh Sepi

May 16th, 2007 by indah-fib-ui
jatuhlah angan di dinding sembab
membuka tabir nelangsa jiwa
bila langit menyepuh pedih
hanya beku bertutur mati
maka matilah imaji hati
sepi : nafas mimpi yang kau hirup sampai mati
maka matilah mimpi sunyi
kemerdekaanmu : kematian imaji sepi
menteng, 14 mei 2007
-indah-

Kupu-kupu Revolusi

May 16th, 2007 by indah-fib-ui

kupu-kupu elok
berputar telanjangi malam
dunia tersentak,
merdeka di ujung tandu !

Menteng, 15 mei 2007
(terinspirasi dari :In The Time of The Butterflies)
-indah-
http://indah_fib_ui.blogs.friendster.com/my_blog/

Jakarta La Nuit

May 9th, 2007 by indah-fib-ui

:fa

malam hingar,

bertabur roda pejalang

bulan serupa lampu jalanan

Artemis enggan berputar

bintang mogok bersinar

Apa yang terjadi ?

Siapa yang peduli !

malam tetaplah bimbang

riuh, lepas

suara-suara sumbang

pengamen

kecil

di simpang jalan ….

(ingin lekas pulang dan belajar terbang)

Menteng, 9 May 2007

-indah-

Metafora Jati Diri

May 4th, 2007 by indah-fib-ui
:Lelaki di Persimpangan
kau angin,
berhembuslah menantang angan
sibak kelam yang membelenggu malam
hingga awan mengundang hujan
malam tak lagi mencekam
                     kau sepi,
                     bersandarlah pada bumi
                     tanam sunyi di pekarangan hati
                     hingga sajak tumbuh magis
                     petiklah, jangan menangis
kau sendiri,
berteriaklah lepas tanpa henti
seperti serigala di puncak tebing
melolong pada pelangi dibawah purnama
                     kau adalah kau
                     angin, sepi, sendiri
                     kau adalah kau,
                     metafora jati diri
menteng, 4 may 2007
-indah-

P U L A N G

May 1st, 2007 by indah-fib-ui

/1/ Putus Asa

Terhempas di bibir waktu

Sekelebat kabut ungu menari di mata perisai legam

Yang baru saja hangus terbakar

Jalannya buta !

Lalu tanya berhenti bermakna

Dan galau ingin runtuh

Bunga rampai menolak bercerita

Tentang luka-luka di lembar nasibnya

Kabut ungu berarak perlahan

Menutup pandang bawah sadar

Dia mati rasa !

Siluet sajak tiba di kelopak jiwa

Ia lirih menyapa, hingga terdengar seperti desau anggin berbisik mesra

”Cukup, peluhmu menyayatku.”

                ”Mari kerumahku”

                                  ”Bangun galaumu di selatan rumahku.”

———-“Aku tak bisa !”

                              “Galauku teramat rapuh”

”Berhentilah mengeluh …”

                   ” Sajak akan menghantarmu”

”Disana, berteriaklah lalu menangis sepuasnya”

                    ”Seperti pandora [1] yang membuka kotak hidup dunia ……”

Dia melangkah tertatih

Lalu hilang

Di balik kabut ungu

H e n i n g………………..

/2/ Di Ambang Pintu

(Sajak mengalun, menuntun kakinya, pada sebuah rumah ungu.

Ia mengetuknya pelan

”siapa ?”

-”aku”

”galaumu runtuh ?”

-”hingga tak bisa hidup”

”masuklah ke rumah”

-”dimana ?”

”di luar pintu”

-” bukankah ini rumah ?”

“rumah hanya sekedar peristiwa  [2], tersekat dogma dan paradigma”

” ayo, masuklah”

-”kemana ?”

”labirin jiwa”

/3/ Labirin jiwa

(sedang di selesaikan)



[1] Pandora adalah manusia perempuan pertama yang diciptakan dewa-dewi dalam mitologi yunani

[2] diambil dari sajak Sitor Situmorang “

Ku

Ketuk

Pintu

Tao