Archive for September, 2006

Kuketok pintu Tao

Saturday, September 9th, 2006

Kuketok pintu Tao

Si Tua membuka

Bertanya:

-         Mencari Tao?-

-         Benar-

-         Sudah lewat-

-         Ini di mana?

-         Di rumah-

-         Jadi Tao tak ada disini?

-         Di ambangnya-

-         Jadi di luar?-

-         Rumah hanya sekedar peristiwa-

-         Dunia yang kutinggalkan?-

-         Lembah hatinya-

-         Bolehkah aku kembali?

-         Silahkan, pintu selalu terbuka

-         Kembali ke dunia, meninggalkan rumah ini ?

-         Meninggalkan Tao, Memasuki Tao tanpa rumah-

-àDiambil dari Paris La Nuit:Kumpulan sajak-sajak Sitor Situmorang ß-                               

17 Agustus Tak Lewat Depan Rumahku (2)

Saturday, September 9th, 2006

Hanya Euforia tak pernah berhenti tertawa

Menggantikan penghayatan, Sungguh memuakkan!!!

Kemerdekaan hanya seharga 20rb rupiah

Nasionalisme hanya    seharga 20rb rupiah

Hai…pejuang tanpa nama, adakah kau menangis???

Depok, 17 Agustus 2006

kesendirian

Thursday, September 7th, 2006

Di  siang hari ini tidak ada yanng lebih nikmat dibandingkan makan gudeg( gw sempat takjub di gedung berlantai 60 ini masih ada masakan daerah meski harganya juga fantastis:),  di temani lagu Alanis, di ruang AC dan duduk sendirian. Ada yang bilang sendiri itu adalah menakutkan karena hanya ada dirimu seorang ditambah beberapa setan dan dua malaikat.mmm… tapi untuk setan dan malaikat kita lupakan sejenak karena keduanya invisible. hehehe:) beberapa orang takut sendiri beberapa orang lagi menikmati kesendirian. Aku termasuk orang yang menyukai kesendirian. Bagiku kesendirian dan ketenangan sangatlah indah. Tiba-tiba saja imajinasi muncul menghasilkan suatu kreativitas, tiba-tiba ide-ide muncul, mimpi-mimpi berhamburan dan tak kalah kenangan-kenangan manis dan pahit juga mendesak ingin keluar dari saraf memori. semuanya begitu indah ketika kita sendiri.. Perenungan untuk lebih memahami lembah jiwa dan spritual menjadi begitu mendalam. percayakah bahwa kita dapat menangkap seluruh isi dunia dengan berdiam diri dalam ketenangan. pasti tidak ada yang percaya tapi Lao Tse sudah membuktikannya. Akira, salah satu tokoh di Kyo Deeper Samurai pernah mengatakan Kesendirian adalah sumber kekuatan. Kita akan semakin kuta..kuat dan kuat ketika kita sendiri, tapi kemudian perkataannya diralat oleh Botenmaru di buku selanjutnya bahwa kesendirian adalah sumber kekuatan tetapi untuk menjadi yang terkuat membutuhkan sahabat….

4 september 2006

Thursday, September 7th, 2006

Hari ini aku melihat seorang mayat bangkit dari kematiannya. Sungguh itu merupakan pemandangan yang menakjubkan. Di kota banyak sekali mayat berjalan. Mereka bernafas namun tidak hidup. Sangat sulit menemukan seseorang yang benar-benar hidup. Dia tidak hanya bangkit dari kematiannya tapi aku melihat dia mengeluarkan sayapnya yang indah lantas terbang ke langit biru. Sungguh, pemandangan yang Indah. Tetaplah Hidup, sahabat….

Namun, malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. Tiada Bintang, hanya bulan yang meminjamkan sedikit sinarnya. Polusi, ya…itulah penyebabnya. Bintang tertutup asap polusi. Sungguh memuakkan!! Jakarta, tak bisakah kau membiarkan wargamu menikmati keindahan malam…sejenak saja…itu sudah cukup untuk menghilangkan segala kepenatan hari ini…aku menginginkan keindahan yang sejati bukan keindahan semu….seperti yang dihadirkan gemerlap lampu ibukota atau nyanyian dan dansa para pejalang malam….

Malam ini, badut-badut coklat masih berkeliaran saja di jalan raya. Mengais untung diatara tumpukan bangkai sampah ibukota. Sungguh, mereka adalah badut!! Budut yang tidak lucu! Tingkahnya memuakkan!!! Ah, aku jadi teringat pada anak-anak kecil yang memakai kostum mereka. Mereka menari lincah di panggung 17 agustusan. Mereka merasa gagah dan bangga memakai kostum itu. Sayang, mereka tidak tahu, betapa memuakkan tingkah si badut itu!!Mencari uang dengan menjual peraturan!!! Sungguh memuakkan!!!!

Dearly Beloved. Where are you ??? I miss you……..

Depok, 4 September 2004