Archive for October, 2006

silahkan tertawa?

Friday, October 13th, 2006

Bagaimana mungkin mereka tertawa ??? Pembantaian, kudeta dan perang nuklir hanya menjadi gossip di siang bolong yang retingnya lebih rendah dibanding pernikahan Siti Nurhaliza. Pembunuhan, korupsi, konspirasi menjadi lolucon setingkat lebih lucu dibanding Patrio Show.Agen-agen perubah bangsa nyatanya hanya duduk rapih menjual almamater sambil tertawa melihat Dagelannya Dagelan. Agen-agen intelektual ternyata hanya bisa melacurkan diri kepada LSM-LSM kelas kambing hingga kelas kakap. Universitas menjadi pusat Relokasi dan transaksi penjualan pelacur-pelacur intelektual. Dan Pengusaha-pengusaha politik itu berdatangan tergiur oleh kemolekan pelacur. Apalagi jika bukan untuk kekuasaan. Hasilnya penelitian yang tidak lagi berpihak pada rakyat kecil. Sungguh, realitas bukan lagi sebuah kondisi tetapi adalah kreasi! Dan Uang berada diatas segalanya, Menjadi tangan tak terlihat dari mazhab yang bernama Demokrasi. Silahkan tertawa!! Tapi aku pikir ini tidak lucu!!!

Depok, 9 Oktober 2006. Pukul 22.00,Setelah menonton Dagelannya-dagelan Republik BBM

Teka-teki Malam

Friday, October 13th, 2006

Seorang temanku bertanya ”Apakah malam ?”

Malam adalah gelap dalam redup sinar

Dalam malam ada sinar namun sangat redup

Ada sinar palsu, ada sinar semu, ada sinar sejati

Dalam malam ada tangis, ada bahagia

Dalam malam ada suara palsu, suara semu, suara sejati

Semuanya melebur dalam Absurbsitas

Indah…..

7 Oktober 2006. Pukul 00.02

Ordinary Day

Friday, October 13th, 2006

Akhirnya sampailah aku pada hari yang biasa

Dimana semua terlihat biasa…

Seorang perempuan menyusui anaknya

Laki-laki pergi bekerja

Anak-anak berangkat sekolah

Ah, fatamorgana itu telah hilang, berganti

Kosong…..Hampa

Adakah yang abadi ?

Akhirnya semua kembali seperti biasa

Yang ada adalah ada

Dari tiada menjadi ketiadaan

Aku yang tak lagi bermakna

Aku yang lelah bertanya

7 Otober 2006. Pukul 09.00