Archive for November, 2006

damn Insomnia !!!

Tuesday, November 28th, 2006

Sudah seminggu ini penyakit insomnia ku kambuh. Sulit tidur tanpa tahu penyebabnya. Pernah tergooda untuk membeli pil tidur tapi setelah ku pikir-pikir itu akan membuatku lebih pecundang, menggunakan alat untuk menaklukkan tubuh padahal tubuh sudah di lengkapi alat yang lebih sempurna dari obat-obatan. Namun entah kenapa akhir-akhir ini syaraf lelah pembangkit rasa tidur itu sulit bekerja. Akhirnya setiapi pagi aku mendapatkan diriku terkantuk-kantuk dan akhirnya aku menyerah juga. Aku menggunakan alat pembasmi rasa kantuk. Apalagi kalau bukan kopi. Rasanya kafein itu saat ini telah menyebar mengalahkan syaraf ngantuk. Demi skripsi gw minum juga tuh kopi!
Dini hari tadi untuk mengundang rasa kantuk yang tak kunjung datang, aku menanggapi beberapa blog teman. Ada teman yang menanyakan tentang hidup, saya katakan kepadanya saya tidak tertarik tentang ”hidup”, tetapi saya lebih tertarik ”hidup” dengan huruf besar yaitu” HIDUP” (hhhf filsafat lagi!) HIDUP intinya hanya ada dua cogito ergo sum (aku berfikir maka aku ada), opto ergo sum (aku memilih maka aku ada). Kedua hal ini mengisyaratkan kita untuk jangan pernah berhenti bertanya, jangan pernah berhenti berfikir dan jangan pernah berhenti untuk bertindak. Itulah HIDUP!
Aku mengomentari satu blog temanku lagi, dia percaya bahwa idealisme yang realistis harus mengikuti realitas yang ada agar bisa berpijak pada bumi. Saya membalasnya dengan meminjam pemikiran Comb dan Nimmo yaitu ”bagaimanapun saat ini realitas bukan lagi sebuah kondisi tetapi tidak lebih dari kreasi”, yang faktual hanyalah representasi peristiwa yang di konstruksi. Jadi mempercayakan idealisme pada realitas maka tidak ada bedanya dengan domba digiring masuk ke kandang oleh anjing penggembala. Apa itu orang yang HIDUP, saya kira tidak. Idealisme itu bersemayam di hati nurani yang paling dalam, ia terbebas dari realitas yang terkonstruksi, Ia benar-benar murni, dan ia merupakan cita-cita sebuah realitas yang ideal!
HIDUP berarti mempunyai budaya, manusia yang berbudaya adalah manusia yang mampu mengkritisi segara sesuatu. Karena itu teruslah berpikir-dan berpikir, bukankah otak, kesadaran dan intiusi itu diamanahkan untuk berpikir. Saya rasa hanya orang ediot yang berkata que sera-sera (yang terjadi, terjadilah).

Depok, 29 November 2006, pukul 12 siang, saat melayang diatas kafein

Nama ???

Wednesday, November 22nd, 2006

Nama, sepintas memang terlihat sangat sepele, namun ternyata nama mempunyai makna yang dalam. Oleh karena itu banyak kajian yang khusus membahas interpretasi nama serta pengaruhnya terhadap sosial dan lingkungan. Tulisan ini terinspiorasi pada saat saya memikirkan makna nama Miriam Budiardjo di MBRC berkaitan dengan skripsi saya. Saya ingin sharing pengetahuan ini semoga dapat bermanfaat. So, mari kita mulai membahas tentang nama
Dalam diskursus-diskursus mengenai hal yang paling mendasar biasanya pertanyaan di buka dengan kata ”apa” atau bahasa inggrisnya ”what”. Apakah nama ?

Menurut Rosulullah Saw nama adalah Doa,

Menurut Dee, nama adalah makan diri yang di resonansikan dengan alam semesta. (Dee:2001:95)

Dalam konteks ilmu komunikasi sendiri, nama adalah symbol; nama dapat melambangkan status, cita rasa budaya, untuk memperoleh citra tertentu; nama pribadi adalah unsur penting identitas seseorang dalam masyarakat; nama mempengaruhi orang lain untuk memperlakukan kita dan terpenting mempegaruhi kita dalam mempersepsi diri sendiri (Dedy Mulyana:2001:274)

Setelah melihat definisi tentang nama, dapat di ketahui ternyata nama sangat begitu penting. Interpretasi makna nama tidak hanya dapat menemukan arti tetapi lebih dari itu yaitu dapat menemukan hakikat diri, sebagai seorang individu dalam jagat raya ini. Interpretasi nama juga membawa kita menuju kedalaman makna nama yang akan mengungkapkan “siapa saya” dan “untuk apa saya di lahirkan” di bumi ini .(oleh karena itu ungkapan “yang ada hanyalah ada” atau “que sera-sera (yang terjadi terjadilah) tidak berlaku bagi makhluk hidip yang selalu mencari pemaknaan dalam absubsitas). Interpretasi nama yang mendalam juga akan membentuk suatu konsepsi mengenai diri dengan tidak mengindahkan ruang dan waktu. Intinya, interpretasi nama diri membuat kita tersadar bahwa kita makhluk yang memiliki arti, arti disini tidak merujuk pada suatu yang hakiki tetapi arti yang terbentuk dan terkostruksi dalam proses interpretasi tersebut. Fungsi pemaknaan ini tidak lain sekedar untuk melihat refleksi yang menbawa kita pada penciptaan tujuan hidup dan harapan, serta sikap optimis untuk tujuan tersebut.

Oleh karena itu saya tidak setuju ucapan shakespare lewat tokoh Julietnya mengatakan

“What is in name? (Apalah arti nama, bunga ros akan tetap harum meski juga diberi nama lain” (Dedy Mulyana:2001:274)

Saya mengatakan sekali lagi saya hanya tidak setuju namun ketidaksetujuan bukan berarti hal itu tidak benar karena saya menyadari bahwa dunia kita adalah relatif dimana kebenaran dan kesalahan sangat subjektif ! (makanya jangan pernah menghakimi apalagi mau di hakimi! Kebenaran absolute hanya ada di dunia Ide maka yang berhak menghakimi adalah Tuhan karena dialah yang Maha Kuasa)
Lebih lanjut saya lebih setuju ucapan Rosulullah bahwa nama adalah Doa (Beliau menyarankan agar tidak sembarangan memberikan nama dan melarang umat islam untuk memberi julukan yang buruk kepada saudaranya). Jika nama berarti Doa ini akan mesyaratkan suatu harapan dan tujuan hidup bagi individu yang memiki nama. Dengan demikian menemukan makna nama sangatlah penting! Jangan sampai kita menjadi seperti Bang Toyib. Toyib berasal dari bahasa arab yaitu Toyibah yang bararti baik. Kalu saja si bang Toyib ini mengerti makna namanya mungkin dia tidak akan meninggalkan anak istri :) kalau aja si pengarang lagu mengerti arti kata itu tentu Ia tidak sembarangan menggunakan kata Toyib sebagai nama orang yang meninggalkan anak istri :) Bingung ? oke, saya akan membrikan contoh cara mengintpretasi nama. Saya mengambil nama saya sendiri sebagai contoh (Narsis!). Nama saya indah, indah berasal dari kata beautiful yang berarti sangat cantik. Menurut Soren Kierkegard (filusuf abad 21)kata ”Indah” di definisikan kontras antara keberaturan dan ketidak beraturan. Seperti syair, kenapa syair indah

”Siapakah penyair? Seorang yang tidak bahagia yang menyembunyikan kesedihan yang sangat mendalam dalam hatinya, tapi bibirnya berbentuk sedemikian rupa sehingga desahan dan tangisan yang melaluinya terdengar seperti musik yang indah ” (Soren Kierkegard)

Jadi syair lahir dari ketidak beraturan (rasa sedih, tidak bahagia, stress,dll)menuju keberaturan (harmonis) dan kontras diantaranyalah yang indah. Kita dapat melihat kontras sebuah syair lewat pemaknaan entah menggunakan berbagai teknik pemaknaan ilmiah (kesusastraan) atau dengan hanya merenunginya. Contoh lain kita sering mendengar ungkapan ”Hidup itu indah”, mengapa hidup itu indah karena hidup (manusia) terdiri hitam (ketidakberaturan) dan putih(keberaturan). Nah, keindahan terletak pada degradasi dari hitam menjadi putih atau yang di sebut wilayah abu-abu. Contoh lain, mengapa cinta itu indah, karena cinta adalah pengalaman mencintai dalam suka dan duka, Cinta yang tidak hanya membahagiakan tetapi sering pula menghadirkan kesedihan, suka (keberaturan) dan duka (ketidakberaturan). Kontras antara suka (keberaturan) dan duka (ketidakberaturan) adalah indah.
Nama saya indah, saya berada pada wilayah abu-abu yaitu kontras antara keberaturan dan ketidakberaturan amaknya emosi saya cenderung labil, kadang tidak jelas dan lebih sering bingung. Namun saya bangga sebagai orang bingung, bukankah arti manusia HIDUP adalah manusia yang terus berfikir? ”be diffarance” kata Derida yaitu berfikir dengan cara mengumpulkan kedua sisi (kanan-kiri, baik-benar, hitam-putih) memang pada akhirnya itu membuat saya bingung tapi lewat kebingungan saya merasa eksist ingat ” cogito ergo sum” (saya berfikir maka saya ada. Nah, bingung adalah proses berfikir, proses ”be diffarance” untuk menghasilkan suatu sikakp ”be different”. Different tidak berarti berbeda tapi dapat berarti “sama”, yang membuat menjadi berbeda hanyalah prosesnya. Ketika telah melalui ”be diffarance” kita mempunyai akal yang cukup sehat untuk memilih sama (dengan orang kebanyakan) atau berbeda. Ingat! ”Opto Ergo Sum” (Saya memilih, maka saya ada) dengan ini saya merasa menjadi manusia HIDUP dan Eksisst!

Bagaimana dengan teman-teman? Temukan makna nama teman-teman menurut cara yang teman-teman suka. Temukan makna nama, temukan arti diri dan selamat menikmati kebebasan dunia Interpretasi…

-Indah Survyana-

Depok, 21 November 2006, selingan waktu menulis skripsi

Bush pulang pasti bawa oleh-oleh

Saturday, November 18th, 2006

Bush datang ke negeri ini pasti membawa oleh-oleh. Oleh-olehnya sekarung hasutan, seikat ancaman dan sekantung uang receh. Lumayan, itu bisa membuat penguasa kita bangga dan semakin menunduk. Bush pergi dari negeri ini pasti juga membawa oleh-oleh khas negeri ini. Oleh-olehnya tak habis di makan 7 turunan.Ah, semuanya seperti itu makanya banyak penguasa yang mengunjungi negeri ini sekedar untuk mendapatkan oleh-oleh khas negeri ini apalagi kalau bukan hasil-hasil bumi yang gemah guripah. Ada yang dapat emas, minyak, intan, tembaga, pulau, hingga otak dungu manusia negeri ini. Lah kok otak? Iya otak, tapi bukan otak-otak! Itu yang lebih berharga dari pemberian apapun!Hebat..hebat sekali negeri ini! Sungguh inilah negeri terkaya, terramah,terbaik,tergoblok!
Inilah karakter negeriku yang terkenal ke seluruh penjuru dunia :
Diinjak kakinya, malah minta maaf
Ditampar pipi kanan, menyodorkan pipi kiri
Di tonjok perutnya , malah terimakasih
Menyedihkan!

“….Negeri ku…negeri para penipu…
Terkenal ke segala penjuru…
Tentu saja bagi yang tak tau malu…
Inilah sorga…sorganya sorga…..
Negeriku….ngeriku…..” (iwan Fals “Negeriku”)

Depok, 17 November 2006, setelah melihat berita sore

Untuk Orang kaya dan Anjing Penjaganya

Saturday, November 18th, 2006

Hari ini satu pasar lagi terbakar. Hari ini beberapa rumah warga tergusur. Dengan pilu mereka meratapi toko dan rumahnya tinggal puing-puing. Usut di usut alasannya klise, tidak pernah berubah, Demi Pembangunan! Untuk apa pembangunan?untuk siapa pembangunan?mengapa harus ada pembangunan? Anjung-anjing penjaga itu hanya menjawab, klise!

Ironis, katanya pembangunan untuk rakyat tapi kenapa justru merugikan rakyat? Lantas
Untuk apa pembangunan?untuk siapa pembangunan?mengapa harus ada pembangunan?
Semuanya untuk orang-orangn kaya, kaum elit yang jumlahnya tak banyak di negeri buruh ini! Orang-orang kaya butuh sesuatu yang ”LEBIH”, lebih baik, lebih indah, lebih cantik, lebih luas, lebih banyak, lebih..lebih dan lebih!orang miskin hanya bisa menjawab inilah takdir Tuhan!orang miskin menjadi kaya sangat sulit karena semua jalan hanya untuk yang berduit! Ketika si miskin telah mencapai impiannya itu bukan lagi menjadi eksklusif karena zaman terus berubah dan si kaya selalu mencari yang lebih..lebih..dan lebih. Tidak ada pembangunan yang ada MODERNISASI KEMISKINAN! Inilah takdir bagi negara kapitalis diamana Duit menjadi Tuhan! Padahal duit tidak lebih dari kepingan logam dan potongan kertas tapi sanggup menjadi takdir banyak orang!

Hey orang kaya sadarlah, kebutuhanmu yang serba berlebih itu tidak terbatas namu bumi ini terbatas! Tidak mungkin seluruh wilayah bumi hanya untuk pembangunan fasilitasmu yang konyol itu!Kami juga manusia, kami hidup di bumi, kami punya hak untuk hidup! Hey anjing-anjing penjaga, Hentikan gonggonganmu itu, jangan sakiti kami. Kami menyayangimu sebagaimana kami telah memilihmu dulu! Sadarilah…….

Depok, 17 November 2006, setelah melihat berita sore

Tuhan maha Humoris

Saturday, November 18th, 2006

Iya.. Tuhanku…Allah SWT ternyata Maha Humoris karena Ia Maha Pengasih dan penyayang. Aku mendapatkan ini setelah mendengarkan cerita teman-temanku. Mereka mendapatkan jodoh mereka dengan cara-cara yang lucu sekali. Aku, baru menyadari daya humor Tuhanku ini,, aku teringat, Ia selalu mengabulkan apa yang aku inginkan denagn cara-cara yang tak terduga dan tak di sangka-sangka (tapi untuk jodoh ga tau deh coz belum nemu hehehe). Ternyata takdir itu memang ada dan ketetapan itu ada namun jalan menuju takdir sangat berliku dan terkadang sangat lucu. Kita baru sadar setelah melewati masa itu. Akhirnya kita hanya bisa tertawa, sadar bahwa kebetulan yang ternyata takdir itu tak terduga-duga dan muncul seketika tanpa disangka-sangka. Lucu-lucu sekali. Ah, Tuhan memang Maha Humoris lagi Maha Pengasih dan Penyayang. Ia tahu yang terbaik bagi hamba-hambanya , Ia berikan jalan yang panjang agar sesuatu itu lebih berharga dan lebih bermakna. Aku percaya setiap kebetulan merupakan rencana indah tuhan. Sesuatu yang tidak disangka-sangka dan tak terduga…
Ah, Tuhan memang Maha Humoris

Graha Cijantung, 4 November 2006