Nama ???
Nama, sepintas memang terlihat sangat sepele, namun ternyata nama mempunyai makna yang dalam. Oleh karena itu banyak kajian yang khusus membahas interpretasi nama serta pengaruhnya terhadap sosial dan lingkungan. Tulisan ini terinspiorasi pada saat saya memikirkan makna nama Miriam Budiardjo di MBRC berkaitan dengan skripsi saya. Saya ingin sharing pengetahuan ini semoga dapat bermanfaat. So, mari kita mulai membahas tentang nama
Dalam diskursus-diskursus mengenai hal yang paling mendasar biasanya pertanyaan di buka dengan kata ”apa” atau bahasa inggrisnya ”what”. Apakah nama ?
Menurut Rosulullah Saw nama adalah Doa,
Menurut Dee, nama adalah makan diri yang di resonansikan dengan alam semesta. (Dee:2001:95)
Dalam konteks ilmu komunikasi sendiri, nama adalah symbol; nama dapat melambangkan status, cita rasa budaya, untuk memperoleh citra tertentu; nama pribadi adalah unsur penting identitas seseorang dalam masyarakat; nama mempengaruhi orang lain untuk memperlakukan kita dan terpenting mempegaruhi kita dalam mempersepsi diri sendiri (Dedy Mulyana:2001:274)
Setelah melihat definisi tentang nama, dapat di ketahui ternyata nama sangat begitu penting. Interpretasi makna nama tidak hanya dapat menemukan arti tetapi lebih dari itu yaitu dapat menemukan hakikat diri, sebagai seorang individu dalam jagat raya ini. Interpretasi nama juga membawa kita menuju kedalaman makna nama yang akan mengungkapkan “siapa saya” dan “untuk apa saya di lahirkan” di bumi ini .(oleh karena itu ungkapan “yang ada hanyalah ada” atau “que sera-sera (yang terjadi terjadilah) tidak berlaku bagi makhluk hidip yang selalu mencari pemaknaan dalam absubsitas). Interpretasi nama yang mendalam juga akan membentuk suatu konsepsi mengenai diri dengan tidak mengindahkan ruang dan waktu. Intinya, interpretasi nama diri membuat kita tersadar bahwa kita makhluk yang memiliki arti, arti disini tidak merujuk pada suatu yang hakiki tetapi arti yang terbentuk dan terkostruksi dalam proses interpretasi tersebut. Fungsi pemaknaan ini tidak lain sekedar untuk melihat refleksi yang menbawa kita pada penciptaan tujuan hidup dan harapan, serta sikap optimis untuk tujuan tersebut.
Oleh karena itu saya tidak setuju ucapan shakespare lewat tokoh Julietnya mengatakan
“What is in name? (Apalah arti nama, bunga ros akan tetap harum meski juga diberi nama lain” (Dedy Mulyana:2001:274)
Saya mengatakan sekali lagi saya hanya tidak setuju namun ketidaksetujuan bukan berarti hal itu tidak benar karena saya menyadari bahwa dunia kita adalah relatif dimana kebenaran dan kesalahan sangat subjektif ! (makanya jangan pernah menghakimi apalagi mau di hakimi! Kebenaran absolute hanya ada di dunia Ide maka yang berhak menghakimi adalah Tuhan karena dialah yang Maha Kuasa)
Lebih lanjut saya lebih setuju ucapan Rosulullah bahwa nama adalah Doa (Beliau menyarankan agar tidak sembarangan memberikan nama dan melarang umat islam untuk memberi julukan yang buruk kepada saudaranya). Jika nama berarti Doa ini akan mesyaratkan suatu harapan dan tujuan hidup bagi individu yang memiki nama. Dengan demikian menemukan makna nama sangatlah penting! Jangan sampai kita menjadi seperti Bang Toyib. Toyib berasal dari bahasa arab yaitu Toyibah yang bararti baik. Kalu saja si bang Toyib ini mengerti makna namanya mungkin dia tidak akan meninggalkan anak istri
kalau aja si pengarang lagu mengerti arti kata itu tentu Ia tidak sembarangan menggunakan kata Toyib sebagai nama orang yang meninggalkan anak istri
Bingung ? oke, saya akan membrikan contoh cara mengintpretasi nama. Saya mengambil nama saya sendiri sebagai contoh (Narsis!). Nama saya indah, indah berasal dari kata beautiful yang berarti sangat cantik. Menurut Soren Kierkegard (filusuf abad 21)kata ”Indah” di definisikan kontras antara keberaturan dan ketidak beraturan. Seperti syair, kenapa syair indah
”Siapakah penyair? Seorang yang tidak bahagia yang menyembunyikan kesedihan yang sangat mendalam dalam hatinya, tapi bibirnya berbentuk sedemikian rupa sehingga desahan dan tangisan yang melaluinya terdengar seperti musik yang indah ” (Soren Kierkegard)
Jadi syair lahir dari ketidak beraturan (rasa sedih, tidak bahagia, stress,dll)menuju keberaturan (harmonis) dan kontras diantaranyalah yang indah. Kita dapat melihat kontras sebuah syair lewat pemaknaan entah menggunakan berbagai teknik pemaknaan ilmiah (kesusastraan) atau dengan hanya merenunginya. Contoh lain kita sering mendengar ungkapan ”Hidup itu indah”, mengapa hidup itu indah karena hidup (manusia) terdiri hitam (ketidakberaturan) dan putih(keberaturan). Nah, keindahan terletak pada degradasi dari hitam menjadi putih atau yang di sebut wilayah abu-abu. Contoh lain, mengapa cinta itu indah, karena cinta adalah pengalaman mencintai dalam suka dan duka, Cinta yang tidak hanya membahagiakan tetapi sering pula menghadirkan kesedihan, suka (keberaturan) dan duka (ketidakberaturan). Kontras antara suka (keberaturan) dan duka (ketidakberaturan) adalah indah.
Nama saya indah, saya berada pada wilayah abu-abu yaitu kontras antara keberaturan dan ketidakberaturan amaknya emosi saya cenderung labil, kadang tidak jelas dan lebih sering bingung. Namun saya bangga sebagai orang bingung, bukankah arti manusia HIDUP adalah manusia yang terus berfikir? ”be diffarance” kata Derida yaitu berfikir dengan cara mengumpulkan kedua sisi (kanan-kiri, baik-benar, hitam-putih) memang pada akhirnya itu membuat saya bingung tapi lewat kebingungan saya merasa eksist ingat ” cogito ergo sum” (saya berfikir maka saya ada. Nah, bingung adalah proses berfikir, proses ”be diffarance” untuk menghasilkan suatu sikakp ”be different”. Different tidak berarti berbeda tapi dapat berarti “sama”, yang membuat menjadi berbeda hanyalah prosesnya. Ketika telah melalui ”be diffarance” kita mempunyai akal yang cukup sehat untuk memilih sama (dengan orang kebanyakan) atau berbeda. Ingat! ”Opto Ergo Sum” (Saya memilih, maka saya ada) dengan ini saya merasa menjadi manusia HIDUP dan Eksisst!
Bagaimana dengan teman-teman? Temukan makna nama teman-teman menurut cara yang teman-teman suka. Temukan makna nama, temukan arti diri dan selamat menikmati kebebasan dunia Interpretasi…
-Indah Survyana-
Depok, 21 November 2006, selingan waktu menulis skripsi