Dia, perempuan

Dia, perempuan

mendekap bocah kecil di pangkuan

menggigil di tenda pengungsian

berharap hari depan pada rintik hujan

 

Dia perempuan

mata lebam, duduk terdiam

disamping tiga asuhan terpejam terkapar

dibalik reruntuhan Libanon selatan

 

Dia perempuan

menunggu anak dan suami datang

matahari turun, gelap pun datang

dalam cemas dan harapan

 

Dia perempuan

Hidup untuk kebebasan

lahir tak bertuan tumbuh dengan kesadaran

melawan kemanafikan dalam ketidakberdayaan

 

Dia perempuan,

Awal semua kehidupan…..

Dia perempuan

Bukan untuk tuan !!!

 

LabKomJIPUI, 22 Desember’o6

-indah-

Leave a Reply