S H E R L Y
Si Kecil Sherly
Dia memenamai
diri
Lahir diatas bumi
Di belahan negeri
mati
Ia satu batang
lidi
Jalani hari
seorang diri
Terinjak tirani
kota mati
Suatu ketika di
penghujung hari
Perempuan muda
mengucap pasti
Pada mimpi
kehidupan surgawi
Di pusat kota
mati
Sherly menjajikan
diri
Pada perempuan
muda d kota mati
Ia menjadi anak
surgawi
Pada saat
matahari berangkat pergi
Janji pertama di
penghujung hari
Ketika Ia
menjejakkan kaki
Di sebuah wisma
berpenghuni
Perempuan muda
berkata, ”Ini awal mereguk surgawi”
Disana telah
berdiri
Laki-laki muda
yang tak Ia kenali
Perempuan muda berlalu,
pergi
Tinggal laki-laki
muda dan Sherly
Laki-laki muda
menyetubuhi Sherly
Sehari tiga kali
Sherly menangis
dan merintih
Lantas tak
sadarkan diri
Esok terulang
kembali
Laki-laki muda
kunjungi Sherly
Setubuhi Sherly 3
kali sehari
Sherly melirih,
Ia pucat pasi
(malam yang sunyi
Sherly seorang diri
Sepi membuatnya lari
Pada baying laki-laki
pagi hari)
Matahari telah
bersemi
Laki-laki muda
datang lagi
Setubuhi Sherly
tiga kali sehari
Sherly menikmati
Hari haru datang
menghampiri
Laki-laki muda
tak datang lagi
Ia bertanya pada
Mami
Kemana laki-laki
muda pergi ?
Mami tak menjawab
pasti
Sherly bertanya
kesana kemari
Jawaban didapati,
hatinya tersakiti
Laki-laki muda
mencintai laki-laki
Ia dibayar Mami
setubuhi Sherly
Mami berjanji
memberinya pengganti
Hingga Sherly
menikmati surgawi
Mami memberi
seribu laki-laki
Sherly harus
melayani
Sherly tak
mengerti
Mengapa harus
menyerahkan diri
Pada laki-laki
yang tak Ia kenali
Lama semakin Ia
tak mengerti
Hakikat surgawi
seperti kata mami
Surga milik
laki-laki
Ketika mereka
setubuhi Sherly
Surga milik Mami
Ketika mami
mendapat rezeki
Dari mereka
laki-laki
Setelah mereka
setubuhi Sherly
Depok, 12
Januari’06
(catatan kecil
yang masih tertinggal di otak setelah membaca Perdagangan Anak Perempuan di
Semarang)
-indah-