Archive for February, 2007

L E V I N A

Monday, February 26th, 2007

Levina,

Namamu cantik, takdirmu pahit

Mandi air mata kau rupanya

Setelah kemarin kusam, hitam, terbakar

Kini kau menyelam, tenggelam

Tangis, luka, terus meraja

Melepas engkau, para kesatria

Disana, mendekap Levina

Menteng, 26 Februari 2007

-indah-

GOMBALISASI KADAL BELANG

Thursday, February 22nd, 2007

Persekutuan Kadal Belang

Deklarasi Gombalisasi

Nyanyian berjalan lintas alam

Terobos gang-gang sempit pelacuran

Hingga kerumah-rumah berhimpitan

Banjir ludah di ibukota !

Ditambah receh, rakyat pun senang

Yang lalu biarlah berlalu

Tapi badai tak pernah berlalu

Akhir cerita selalu sama

Kadal menang, jejingkrakkan

Gombal laku dipasaran

Kursi terbeli murah meriah

Depok, 17 Februari 2007

-indah-

MANUSIA-MANUSIA TERNAK

Manusia-manusia ternak

Hidup di zaman Instan

Telan bulat logika tiran

Yang, edan dilarang bertahan

Sebagian dipasung kemudian

Lalu binasa perlahan

atau dibuang ke pengasingan ?

Manusia-manusia ternak

Hidup untuk makan

Lapar, rakus, bengis, diajarkan

Ilmu bertahan di belantara hutan

Hukum rimba yang jadi acuan

Manusia-manusia ternak

Manusia massa yang kesepian

Malas berfikir, malas bercermin

“que sera-sera” mereka bersorak

Suka rela sambut propaganda

Manusia-manusia ternak

Makanan empuk tiran hitam

Habis menurut, tiada melawan

Yang melawan, di bina (-sakan)

“Mengganggu keamanan” kata si tiran hitam

Seperti flu burung di musim penghujan

Depok, 21 februari 2007

-indah-

-BELUM ADA JUDUL-

Rasanya baru kemarin

Udin pergi, tinggal tanya

Jejak Membekas

Bercak darah

Bersemayam

Tunggu keadilan !

Rasanya Baru kemarin

Udin pergi, tinggal tanya

Sebentar kemudian Mohamad Sayuti, Naimulah, Mukmin Fanani, Sander Thoenes, Agus Mulyawan, Herliyanto, Ersa Siregar dan siapa lagi ?

Meninggalkan jejak di pagi buta

Dari pena tinta, berdarah

hilang,

ditelan busuknya konspirasi !

Rantai-rantai kekerasan semakin panjang dan bercabang

Melilit yang vokal, mencekik yang melawan

Kita di lingkaran setan, kawan

Dan mereka, di bawah nisan, terdiam, tunggu keadilan !

Menteng, 21 februari 2007

-indah-

APA KABAR ?

Iya, Mereka Mahasiswa

Tertawa hingga keluar airmata

Saksikan Thukul Arwana

Di acara Empat mata

Iya, Mereka Mahasiswa

Pesta pora ber-valentin ria

Kuping di sumbat lagu bercinta T

uli, dari panggilan sejarah

Sejarah bangsa, Sejarah gelap

Tak ada sinar walau seberkas

Sejarah bangsa, Sejarah berdarah

Darah tumpah, bukan tak berarti !

Namun mereka masih tertawa

Hahahahahahaha

hhhhhhhhhhhhhhhhh

Hiks hiks hiks hiks

Apa kabar Wiji Thukul ? Ya

ng hilang 10 tahun silam

Pahlawan pembebasan kemanusiaan

Kini mulai dilupakan

Apa kabar Wiji Thukul ?

Sendiri Ia dalam kegelapan

Masih menanti keadilan

Apa kabar mahasiswa ?

Masih, tertawa

Hingga keluar air mata!

Depok, 20 februari 2007

-indah-

-BELUM ADA JUDUL-

orang bilang ini reformasi

nyata-nyatanya cuma repotnasi

apakah salah petani-petani ?

salahkan saja tikus rakus yang tumpuk beras di gudang busuk

atau penguasa yang ngidam berat makan beras impor ?

orang bilang ini demokrasi

nyata-nyatanya cuma democrazy

“demokrasi bukan untuk orang bodoh dan malas berfikir!

Demokrasi bukan untuk diamati di bangku-bangku perguruan toinggi ,

demokrasi hak asasi! “

Kata seorang politisi, sebelum Ia dapat posisi

Apa yang kau banggakan kini ?

Percayalah, semua sudah basi

di telan gemuruh globalisasi

anak emas kapitalis sejati!

Nyatanya kita cuma ngiler

Mau ini mau itu

Lelah menghayal lantas ketiduran

iler mengembang di pulau kasur

Selagi tidur, pulau hilang satu persatu

Warisan untuk anak cucu Cuma sebatas pakaian dalam bolong-bolong

Aduhai bangsaku, negeriku, tanah airku

Tanah tumpah darah selalu

Tanah air mata

Menteng, 22 februari 2007

-indah-

http://indah_fib_ui.blogs.friendster.com/my_blog/

Law..damn!

Thursday, February 15th, 2007

The law locks up the man or woman

Who steals the goose from off the common

But leaves the greater villain loose

Who steals the common from off the goose.

The law demands that we atone

When we take things we do not own

But leaves the lords and ladies fine

Who take things that are yours and mine.

The poor and wretched don’t escape

If they conspire the law to break;

This must be so but they endure

Those who conspire to make the law.

The law locks up the man or woman

Who steals the goose from off the common

And geese will still a common lack

Till they go and steal it back.

-anonymus-

Copet…oh…copet

Thursday, February 15th, 2007

Kemarin malam (14/02/07) saya memergoki copet HandPhone lagi. Peristiwa ini terjadi pukul 21.30 WIB ketika saya naik angkot nomor 129 jurusan Pasar Minggu-Mekarsari.. Dari Pasar Minggu angkot terlihat cukup ramai, 2 orang duduk di sebelah kanan, 3 orang duduk di sebelah kiri. Saya duduk di pojok sebelah kiri. Kemudian seorang laki-laki, bertubuh tegap, berkumis&berjanggut, berpakaian kerja (kemeja kotak-kotak, celana bahan warna hitam, sepatu pantofel) dan membawa tas laptop (bagus, merek polo, warna hitam) duduk di antara saya dan perempuan berpakaian putih. Awalnya saya pikir laki-laki ini pasti pulang dari kerja tapi lama saya perhatikan tangan laki-laki itu tidak diluar tetapi berada di balik tas laptopnya. Tas laptopnya dalam posisi tegak sehingga menutupi paha hingga dada laki-laki itu. Tangannya mulai beraksi di balik tas laptopnya. Ia mencoba merogoh tas perempuan berbaju putih itu. Kira-kira selama 20 menit Ia berusaha membuka sleting tas perempuan berbaju putih itu. Untungnya Pak sopir yang duduk di depan suka ngerem mendadak sehingga laki-laki selalu gagal setiap akan berhasil membuka tas perempuan itu. Di menit ke-30 nampaknya laki-laki itu belum juga berhasil membuka tas perempuan targetnya.Dia mulai mengelap keringat dan membenarkan tas laptopnya lalu beraksi kembali, tapi lagi-lagi pak supir yang baik hati ngerem mendadak dan aksi gagal lagi. Di menit ke 36 laki-laki itu melihat kearah saya. Saya mendekap erat tas ransel saya dan tak lupa mengeluarkan payung lipat saya yang berwarna pink ngejreng. Waktu itu angkot penuh. Beberapa penumpang melihat ke saya. Mungkin saya terlihat aneh sekali, tiada angin tiada hujan tapi kok ngeluarin payung. Di menit ke 40. Beberapa penumpang turun. Perempuan berbaju putih itu duduk menjauh, saya sendiri pindah tempat duduk ke sebelah kanan dekat pintu. Laki-laki itu terlihat bercucuran keringat dan kembali mengusap keringatnya. Saat itu kedua tangannya sudah berada di depan Menit ke 45, perempuan berbaju putih dan perempuan di samping saya turun sehingga total penumpang di angkot itu tinggal saya dan laki-laki itu. Saya duduk di bangku empat dekat pintu, sedang dia duduk di pojok bangku enam. Menit ke 48 angkot sampai di Palsigunung. Dia turun tanpa membayar sepeser pun. Dari kejauhan saya melihat laki-laki itu berlagak sibuk dengan melihat jam dan menyetop angkot nomor 41 jurusan Kp.Rambutan-BJ.Gede dan kelihatnnya angkot itu agak penuh. Ah…semoga laki-laki itu gagal lagi : )

Hush…huh….

Wednesday, February 7th, 2007

Hush…..
Kereta memecah air
Seperti kapal Nabi Nuh
Tapi masinis bukan Nabi
Ia manusia, biasa
Dalam gamang, Ia berkeluh
Huh…..
“Rumahku tinggallah atap
Anakku kena DB
Gajiku cuma cukup seminggu”
Sungguh, dia bukan nabi !
Tapi Ia mulia
Huh…..
Lihatlah ke layer kaca
Badut-badut di singgasana
Ramai-ramai jual derita semesta
Yang lain ikut bicara
Ramai-ramai bangun citra
Huh….
Siapa salah ?
Katanya Alam, salah
Katanya orang miskin, salah
Buang sampah sembarangan
Nyatanya semua pikun
Pikun sejarah, pikun ilmu
Sejarah cuma di tumpuk, lantas lapuk
Inikah warisan untuk generasi nanti ?
Huh….
Apa itu Jakarta ?

Manggarai, 7 februari 2007
-indah-

Wisuda

Tuesday, February 6th, 2007

Hari ini gw di wisuda, tapi males banget boo cuz wisudanya jam 3 sore, hujan pula lagi! Huh! Tapi untungnya sorean coba klo pagi-pagi wadduh, ga kebayang tuh repotnya cuz pagi-pagi hujannya deres abiz gitu deh klo sore kan Cuma gerimis ya…lumayan lah. Pagi-pagi setengah sadar gw dah terima ucapan selamat dari 2 orang sahabat gw (yg kyaknya ga dteng, hiks), tapi karena setengah sadar gw cuma inget si yudi doank yang satu lagi siapa ya katanya sih adi tapi kok suaranya bukan adi. yeah..wha ever lah.

Muka gw di poles topeng seharga 35 rb jadi terlihat putih dan mulus meski gw ga betah juga palagi harus pake lipstik, oh…it’s so sucks guys! Ya… yang penting mama seneng lah…

Sampe di baleirung jam 14.30, acara nyaris di mulai. Macet banget booo… and nyari parkiran susah banget akhirnya bokap parkir di rektorat tempat dosen-dosen parkir. Jadi serasa jadi dosen deh. Waktu mo masuk ketemu eko, uncle sam dan mbak ana. Kyaknya abiz nemenin eko wisuda dah. Hebat euy si eko dah lulus S2. jadi klo si eko garisnya dua cus S2 sementara gw garisnya satu cuz baru S1.

Oh, wisuda gini toh rasanya. Ga berasa booo, little bit garing lah. Gw tidur pas rektor pidato. Kepala gw berat banget mungkin ini pengrauh Ctm yang gw minum tadi pagi. Harap gw mudah-mudahan upacara ngebetein ini cepat berlalu. Hihihi J

Sselesai wisuda kira-kira pukul 17.00. wah pas selesai crowded banget. Ktemu yola, leli and kita sempet foto2 bertiga. Pas lagi crowded nyari jalan keluar ketemu bebek tapi enggak sepet foto. Gw cari jalan keluar scepatnya.

Begitu ktemu keluarga foto-foto lagi deh. Tapi kok tmen-tmen ga keliatan ya ? mungkin krn ujan kli pada males dteng (tapi malem gw tlp diro ternyata anak-anak nunggu di dket danau, walah!geblek!)

Oh, ternyata gini toh rasanya wisuda. Biasa aja! Ga lebih dari seremonial or ritual yang Cuma fotofoto dan foto-foto lagi. Gw banyak ngabisin berfoto di belakang gedung rektorat. Ga tau knapa ya mungkin karena itu lambang keanggkuhan sebuah lembaga pendidikan yang sampai sekarang gw belom bisa menaklukkannya. Yeah…berfoto disana juga akan mengingatkan gw bahwa suatu saat gw harus bisa menaklukkannya. ! yeah…i wish….

Depok, 3 februari 2007

-indah-