Copet…oh…copet
Kemarin malam (14/02/07) saya memergoki copet HandPhone lagi. Peristiwa ini terjadi pukul 21.30 WIB ketika saya naik angkot nomor 129 jurusan Pasar Minggu-Mekarsari.. Dari Pasar Minggu angkot terlihat cukup ramai, 2 orang duduk di sebelah kanan, 3 orang duduk di sebelah kiri. Saya duduk di pojok sebelah kiri. Kemudian seorang laki-laki, bertubuh tegap, berkumis&berjanggut, berpakaian kerja (kemeja kotak-kotak, celana bahan warna hitam, sepatu pantofel) dan membawa tas laptop (bagus, merek polo, warna hitam) duduk di antara saya dan perempuan berpakaian putih. Awalnya saya pikir laki-laki ini pasti pulang dari kerja tapi lama saya perhatikan tangan laki-laki itu tidak diluar tetapi berada di balik tas laptopnya. Tas laptopnya dalam posisi tegak sehingga menutupi paha hingga dada laki-laki itu. Tangannya mulai beraksi di balik tas laptopnya. Ia mencoba merogoh tas perempuan berbaju putih itu. Kira-kira selama 20 menit Ia berusaha membuka sleting tas perempuan berbaju putih itu. Untungnya Pak sopir yang duduk di depan suka ngerem mendadak sehingga laki-laki selalu gagal setiap akan berhasil membuka tas perempuan itu. Di menit ke-30 nampaknya laki-laki itu belum juga berhasil membuka tas perempuan targetnya.Dia mulai mengelap keringat dan membenarkan tas laptopnya lalu beraksi kembali, tapi lagi-lagi pak supir yang baik hati ngerem mendadak dan aksi gagal lagi. Di menit ke 36 laki-laki itu melihat kearah saya. Saya mendekap erat tas ransel saya dan tak lupa mengeluarkan payung lipat saya yang berwarna pink ngejreng. Waktu itu angkot penuh. Beberapa penumpang melihat ke saya. Mungkin saya terlihat aneh sekali, tiada angin tiada hujan tapi kok ngeluarin payung. Di menit ke 40. Beberapa penumpang turun. Perempuan berbaju putih itu duduk menjauh, saya sendiri pindah tempat duduk ke sebelah kanan dekat pintu. Laki-laki itu terlihat bercucuran keringat dan kembali mengusap keringatnya. Saat itu kedua tangannya sudah berada di depan Menit ke 45, perempuan berbaju putih dan perempuan di samping saya turun sehingga total penumpang di angkot itu tinggal saya dan laki-laki itu. Saya duduk di bangku empat dekat pintu, sedang dia duduk di pojok bangku enam. Menit ke 48 angkot sampai di Palsigunung. Dia turun tanpa membayar sepeser pun. Dari kejauhan saya melihat laki-laki itu berlagak sibuk dengan melihat jam dan menyetop angkot nomor 41 jurusan Kp.Rambutan-BJ.Gede dan kelihatnnya angkot itu agak penuh. Ah…semoga laki-laki itu gagal lagi : )
February 15th, 2007 at 4:48 am
hore……!!!!