GOMBALISASI KADAL BELANG

Persekutuan Kadal Belang

Deklarasi Gombalisasi

Nyanyian berjalan lintas alam

Terobos gang-gang sempit pelacuran

Hingga kerumah-rumah berhimpitan

Banjir ludah di ibukota !

Ditambah receh, rakyat pun senang

Yang lalu biarlah berlalu

Tapi badai tak pernah berlalu

Akhir cerita selalu sama

Kadal menang, jejingkrakkan

Gombal laku dipasaran

Kursi terbeli murah meriah

Depok, 17 Februari 2007

-indah-

MANUSIA-MANUSIA TERNAK

Manusia-manusia ternak

Hidup di zaman Instan

Telan bulat logika tiran

Yang, edan dilarang bertahan

Sebagian dipasung kemudian

Lalu binasa perlahan

atau dibuang ke pengasingan ?

Manusia-manusia ternak

Hidup untuk makan

Lapar, rakus, bengis, diajarkan

Ilmu bertahan di belantara hutan

Hukum rimba yang jadi acuan

Manusia-manusia ternak

Manusia massa yang kesepian

Malas berfikir, malas bercermin

“que sera-sera” mereka bersorak

Suka rela sambut propaganda

Manusia-manusia ternak

Makanan empuk tiran hitam

Habis menurut, tiada melawan

Yang melawan, di bina (-sakan)

“Mengganggu keamanan” kata si tiran hitam

Seperti flu burung di musim penghujan

Depok, 21 februari 2007

-indah-

-BELUM ADA JUDUL-

Rasanya baru kemarin

Udin pergi, tinggal tanya

Jejak Membekas

Bercak darah

Bersemayam

Tunggu keadilan !

Rasanya Baru kemarin

Udin pergi, tinggal tanya

Sebentar kemudian Mohamad Sayuti, Naimulah, Mukmin Fanani, Sander Thoenes, Agus Mulyawan, Herliyanto, Ersa Siregar dan siapa lagi ?

Meninggalkan jejak di pagi buta

Dari pena tinta, berdarah

hilang,

ditelan busuknya konspirasi !

Rantai-rantai kekerasan semakin panjang dan bercabang

Melilit yang vokal, mencekik yang melawan

Kita di lingkaran setan, kawan

Dan mereka, di bawah nisan, terdiam, tunggu keadilan !

Menteng, 21 februari 2007

-indah-

APA KABAR ?

Iya, Mereka Mahasiswa

Tertawa hingga keluar airmata

Saksikan Thukul Arwana

Di acara Empat mata

Iya, Mereka Mahasiswa

Pesta pora ber-valentin ria

Kuping di sumbat lagu bercinta T

uli, dari panggilan sejarah

Sejarah bangsa, Sejarah gelap

Tak ada sinar walau seberkas

Sejarah bangsa, Sejarah berdarah

Darah tumpah, bukan tak berarti !

Namun mereka masih tertawa

Hahahahahahaha

hhhhhhhhhhhhhhhhh

Hiks hiks hiks hiks

Apa kabar Wiji Thukul ? Ya

ng hilang 10 tahun silam

Pahlawan pembebasan kemanusiaan

Kini mulai dilupakan

Apa kabar Wiji Thukul ?

Sendiri Ia dalam kegelapan

Masih menanti keadilan

Apa kabar mahasiswa ?

Masih, tertawa

Hingga keluar air mata!

Depok, 20 februari 2007

-indah-

-BELUM ADA JUDUL-

orang bilang ini reformasi

nyata-nyatanya cuma repotnasi

apakah salah petani-petani ?

salahkan saja tikus rakus yang tumpuk beras di gudang busuk

atau penguasa yang ngidam berat makan beras impor ?

orang bilang ini demokrasi

nyata-nyatanya cuma democrazy

“demokrasi bukan untuk orang bodoh dan malas berfikir!

Demokrasi bukan untuk diamati di bangku-bangku perguruan toinggi ,

demokrasi hak asasi! “

Kata seorang politisi, sebelum Ia dapat posisi

Apa yang kau banggakan kini ?

Percayalah, semua sudah basi

di telan gemuruh globalisasi

anak emas kapitalis sejati!

Nyatanya kita cuma ngiler

Mau ini mau itu

Lelah menghayal lantas ketiduran

iler mengembang di pulau kasur

Selagi tidur, pulau hilang satu persatu

Warisan untuk anak cucu Cuma sebatas pakaian dalam bolong-bolong

Aduhai bangsaku, negeriku, tanah airku

Tanah tumpah darah selalu

Tanah air mata

Menteng, 22 februari 2007

-indah-

http://indah_fib_ui.blogs.friendster.com/my_blog/

One Response to “GOMBALISASI KADAL BELANG”

  1. danoe Says:

    Selalu salut buat kamu

Leave a Reply