coretanku bukan puisi
Dear My Friends, kau katakan aku berubah. Dari aktivis jalanan yang selalu megang toa sekarang jatuh pada dekapan puisi melankolis, sampai ada teman yang berucap "Indah, sekarang kamu ada di dimensi mana ?". Indah tidak berubah, my friends. Dia tetap seperti yang dulu hanya saja suasana sekarang memang lebih melankolis. Bagaimana tidak, sehari hanya berhadapan dengan huruf dan huruf, terpaksa merangkai hingga menjadi lukisan air realita. Mencoba mengatur huruf-huruf agar dapat ditemukan kembali di kemudian hari. Jenuh ? sangat ! aku merindukan canda-tawa dari sudut pusgiwa. Aku merindukan hingar bingar serta asap kansas. Aku merindukan dongeng dosen-dosen di kelas. Aku merindukan semua pekik dan histeria dari kampus tercinta. Dan aku tetap disini berhadapan dengan huruf-huruf yang nyaris basi !
dear my friends, coretanku bukan puisi. Ini sebuah diary dari seorang indah bodoh. Selalu bercerita tentang kesehariannya dan seseuatu yang unik dimatanya (Kau masuk dalam puisiku, kau unik dimataku :).Coretanku bukan puisi meski beberapa kebetulan berbentuk seperti puisi. Puisi bahasa tertinggi dan coretanku bukan puisi ! Puisi sangat universal sementara coretanku sangat personal. Apa lagi ? banyak ! dan seorang indah yang tidak pernah mengecap teori estetika tidak akan mungkin melakukannya. Memang, namaku indah tapi ini bukan indah! Indah yang ini masih mengeja kata i…n…d…a…h…hingga mengetahui apa arti dirinya.
Dear my friends, aku masih tetap mencari makna semesta dan hakikat aku sebagai manusia yang hidup diatasnya. Entah sampai kapan pencarian ini tapi sungguh ini adalah petualangan yang mengasikkan lebih dari sekedar pendakian alam. Dan aku percaya walau tertatih-tatih, terseok-seok, meringis hingga menangis. Di ujung senja pasti terbahak-bahak. Hahahaha
Menteng, 22 maret 2007
-indah-
March 25th, 2007 at 10:12 pm
berakit-rakit ke hulu
………..
sakit-sakit dahulu
eh, malah mati kemudian
hua.ha.ha..ha..
yang sabar donk, hidup itu penuh kemungkinan-kemungkinan
March 28th, 2007 at 10:41 am
kata kata adalah puisi dan setiap kata memiliki keindahan sendiri. entah indah dalam keindahannya atau indah dalam kesuramannya. tergantung ingin menilai dari sisi yang mana, toh gak ada bedanya kita berbicara dengan berpuisi.
begitupun dengan kehidupan ini, bagiku hidup adalah sebuah puisi. entah saat memandang matahari berpendar menghangatkan pagi mengganti embun yang beku, entah saat melihat senja dengan kemilau merah keemasannya yang syahdu, entah saat menikmati bulan sabit dengan bintang-bintang disekelilingnya. semesta adalah puisi..
March 28th, 2007 at 10:46 am
Sungguh, hidup akan terus berjalan, bahkan berlari tanpa kita pinta. ada saatnya kita merasa telah menemukan siapa diri kita dan ada kalanya kita masih ragu tentang keberadaan diri kita di dalam semseta ini.
tapi dengan atau tanpa kita di dalam semesta ini tidak akan merubah perputaran bumi dan hidup harus tetap kita tapaki. dengan senyuman atau darah di dada…
regard…
April 5th, 2007 at 7:55 am
hidup itu ga cuma di situ2 aj. ga usah rindu dgn hingarbingar yg itu lg. nikmati tiap rimba yg ada. dan temukan ragamnya. sebelum akhirnya kembali lg ke rahim.
April 6th, 2007 at 5:36 am
terimakasih atu, adi, fahmi
July 14th, 2007 at 12:17 pm
indah kau sudah mentahbiskan diri dengan coretanku bukan puisi. dan katanya kau masih terus mencarai, tapai kau juga katakan walaupun coretanku berbentuk seperti puisi.(perkataan ini bertolak belakan dengan kalimatmu yang mengatakan aku masih mencari, sebab dengan mangatakan kadang coretanku berbentuk puisi berarti kau telah mengerti apa itu puisi yakan? memang kuakaui kau memang bodoh!!!!!!! ada tiga macam orang bodoh 1. orang bodoh yang tahu bahwa ia bodoh 2. orang bodoh yang tidak mengetahui bahwa ia bodoh 3. orang bodoh pura-pura bodoh.
saya pikir kamu di level yang ke -3 sekian orang bodoh!!!!! hendri yetus siswono -siklusitu-