Protes Letak Kelamin !!!
Aku tinggal di pinggaran Jakarta dan peraturan di kantorku mengharuskan aku untuk datang awal. Satu-satunya transportasi yang memungkinkan mengejar waktu adalah kereta api. Tentunya menjadi informasi umum bahwa Pelayanan KRL di Indonesia sangat buruk terutama pelayanan KRL antar kota seperti jurusan Bogor-Jakarta sementara peminatnya banyak sekali. Harus berdesak-desakan itu ritmenya yang terkadang ada bonus-bonus lain yang tidak menyenangkan terutama bagi perempuan. Ya….pelecehan seksual. Seperti yang dialami temanku. Ketika ia keluar dari kereta yang sangat penuh dan sesak, roknya basah. Anehnya lagi air yang membasahi bukan air biasa. Kental berwarna putih. Ya…itu sperma. Di tengah penuh dan sesak ada saja yang mencuri keesmpatan onani dalam kereta. Pelecehan lainnya banyak terjadi seperti sengaja mendempet perempuan di kereta walaupun kereta tidak begitu penuh. Lalu dengan sengaja menggesek-gesekkan penisnya ke bokong perempuan tersebut. Ada lagi yang kasusnya sama di tambah dengam memegang pinggang perempuan hingga sengaja sekali meletakkan kakinya diatara dua kaki perempuan. Dan kebanyakan perempuan yang kena pelecehan tersebut hanya diam saja. Mungkin karena takut atau malu. Pernah ada yang bicara keras ”hei jangan kurang ajar !” tapi seluruh isi kereta (terutama yang laki-laki) mencemooh dia dengan mengatakan ”kalau mau lega naik taxi mbak” atau ” emang lagi openuh, protes aja” sedang perempuan lainnya kebanyakan diam. Hah, mengapa kelamin laki-laki harus di depan dan libidonya itu tidak terkendali seperti binatang. Hingga bersenggolan sedikit saja sudah terangsang lalu melakukan pelecehan. Aku berandai-andai, seandainya laki-laki memiliki kelamin lepas pakai seperti kondom yang dapat di taroh di kantong. Jadi Ia hanya dapat menggunakannya ketika berhubungan dengan pasangannya saja bukan pada orang lain yang tidak berdosa. Tentunya lebih baik. Jadi Ia bisa mengontrol libidonya dan tidak merugikan orang lain. Atau tukar saja. Laki-laki memiliki kelamin vagina sedang permpuan memiliki penis. Sementara libido tetap dalam keadaan yang sama. Tentunya keadaan akan jauh lebih baik. Perempuan dengan libidonya yang terkontrol baik tentu tidak akan menggunakan kelaminnya dengan baik. Sementara laki-laki dengan mitos keperawanan yang melekat pada vagina tentunya juga akan bertindak lebih terkontrol. Laki-laki akan menjaga sepenuh hati selaput daranya agar tak robek. Biar saja laki-laki merasakan bagaimana hidup dengan mitos seperti itu. Ini adalah angan-angan yang bodoh di tengah ke kesalanku dan keputusasaan karena terlalu banyak melihat bahkan terkadang menjadi korban pelecehan di fasilitas publik. Perempuan belum Merdeka !. Aku muak hingga ku menduga apa kelamin Tuhan ? jika Ia non gender mengapa takdir laki-laki jauh lebih indah dan mudah ? Ah…. semoga saja keadannya esok lebih baik. I hope ….
Depok, 21 April 2007
-indah-
April 25th, 2007 at 6:49 am
Gosh … so disgusting, eh???
April 26th, 2007 at 5:12 pm
Kok aku jadi merasa bersalah ya?
hehhehehehe……..
December 12th, 2007 at 4:06 am
Di sini ada cerita
Tentang cinta
Tentang air mata
Tentang tetesan darah
Disini ada cerita
Tentang kesetiaan
Juga pengkhianatan
Disini ada cerita
Tentang mimpi yang indah
Tentang negeri penuh bunga
Cinta dan gelak tawa
Disini ada cerita
Tentang sebuah negeri tanpa senjata
Tanpa tentara
Tanpa penjara
Tanpa darah dan air mata
Disini ada cerita tentang kami yang tersisa
Yang bertahan walau terluka
Yang tak lari walau sendiri
Yang terus melawan ditengah ketakutan!
Kami ada disini
http://www.pena-98.com
http://www.adiannapitupulu.blogspot.com
(Give your comment to change our future)
October 13th, 2008 at 3:52 am
Hello.
Watched attentively by big sisters Maud and Leah the newest member of the Norwegian royal family has been captured in homely shots used by proud parents Princess Martha Louise of Norway and her husband Ari Behn to introduce her to the world.
Bye.
October 20th, 2009 at 7:57 am
gila loe, kan aku jadi malu, keburukan aku dibicarakan di media global kayak gni, hehe…he, bcanda, umur brapa bu ?leh temenan ga ?